IBMT on Media – 2010

Jawa Pos, 16 Oktober 2010

Staff interview with Asri Adiastra – Marketing Communications of IBMT

Background photo : Creative Design Management Class

 

Jawa Pos, 19 Agustus 2010

 

KOMPAS, Maret 2011

Transferprogram to overseas

 

Jawa Pos, 6 Maret 2010

Launching program Creative Fashion Management

 

Surya, 6 Maret 2010

Launching program Creative Fashion Management

 

Seputar Indonesia, 6 Maret 2010

Launching program Creative Fashion Management

 

Jawa Pos, April 2010

Jawa Pos Campus Expo

 

Our Students Activites!

WE DID THE IBMT’s WAY, THE FUN WAY..

IBMT Personal Development Program (IPDP)

Kegiatan rutin tahunan wajib bagi mahasiswa baru sebelum masa perkuliahan dimulai. Outbond dan perkenalan dengan satu sama lain lintas jurusan dengan tujuan mengakrabkan IBMT family

Green and Clean activity.

Rasa cinta yang besar terhadap kota Surabaya menggugah studnets IBMT untuk bekerjabakti membersihkan taman kota di Minggu pagi.

Radio Talkshow

Belajar tidak harus di kelas saja, tetapi aplikasi langsung menjadi salah satu keunggulan belajar di IBMT.

 

 

 

Halloween Party!!

Bukan cuma belajar, kadang mahasiswa juga butuh bersenang-senang sedikit! :)

Discuss..

Bukan cuma senang-senang, kita juga diskusi bersama untuk menyelesaikan tugas!

 

 

 

 

 

 

Hangout, feel the togetherness..

Jalan nongkrong rame-rame, lintas jurusan, lintas angkatan! Kita semua sama!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sharing..

Bulan puasa, kami juga berbagi dan menghargai teman-teman yang puasa dengan bagi-bagi ta’jil di sore hari kepada pengendara sepeda motor untuk berbuka.

Create Traditional Craft..

Ini Nerissa, student Nasional Plus intake Agustus 2010. Nerissa membuat rumah tradisional Jepang berbahan kertas sebagai tugas mata kuliah Cultural and Geography! Seru kan?

 

 

 

 

 

 

 

 

Celebrating Independence Day!

Ngerayain 17-an gak harus pake upacara donk? Kami punya cara sendiri untuk tetap menghargai bangsa ini! :)

 

 

 

 

 

 

 

dan kegiatan wajib tiap weekend adalah MEJENG! Refreshing juga perlu sebelum kembali pada kesibukan kuliah di hari Senin!

HOW ABOUT YOU?

JOIN US!

 

Talkshow IBMT di Radio Sonora 98,0 FM

IBMT International University bekerjasama dengan Radio Sonora Surabaya 98,0 FM mempersembahkan program Manajemen dan Motivasi. Program ini bisa dinikmati sahabat Sonora setiap hari Kamis pukul 19.00

Program ini membahas segala sesuatu yang berhubungan dengan manajemen dan motivasi, topik-topik yang pernah diangkat misalnya masalah pendidikan, kepemimpinan, hingga penggunaan internet dalam hubungannya dengan manajemen baik untuk sebuah institusi maupun secara personal.

Dipandu oleh Mas Dody dan narasumber utama yaitu Bapak Imam Wijoyo selaku Chairman IBMT, Manajemen dan Motivasi menghadirkan narasumber terbaik yang akan memenuhi kebutuhan informasi pendengar radio Sonora. Beberapa narasumber yang pernah bergabung dalam program ini yaitu:

Ms.Angie dari IPH School

Pak Adi dari Arva School of Fashion,

Pak Herman Soegihardjo dari Creativo

Ibu Monica dari Sekolah Bunga Bangsa, Bapak Yudiono dari SMP Gloria,

hingga student IBMT sendiri pernah menikmati proses siaran di radio Sonora.

Teman-teman yang ingin bergabung dalam perbincangan seru kami setiap minggu bisa bergabung melalui line telepon +6231 732 71 02 atau melalui sms ke 0817 333 980.

Nantikan program ini setiap Kamis pukul 19.00 - 20.00 hanya di 98,0 FM!

Mengapa pendidikan tinggi itu penting?

IBMT punya program S2, ada jurusan International Marketing Management, International Human Resources Management, dan International Financial Management. tetapi, bukan itu topik utama yang ingin saya bicarakan. fokus utamanya adalah, kenapa harus mengambil S2 (baca: pendidikan tinggi)?

Beberapa orang yang saya tawari untuk mengambil gelar S2 justru seringkali balik nanya, buat apa? well, beberapa menyadari itu perlu, tapi tidak semua menganggap itu penting. padahal itu penting lho. kenapa? alasan pertama, mendambah gelar di belakang nama. bukan bermaksud sombong, tetapi hari gini gitu, jaman modern, memiliki gelar master rasanya akan lebih disegani dan diakui kapabilitasnya kan? alasan kedua, membantu jenjang karir di kantor. sudah banyak kan kantor2 yang memberikan tambahan salary atau menaikkan tingkat karena memiliki gelar S2.

Bukan hanya itu, ada alasan lain yang lebih penting. yaitu pola dan proses berfikir. harus diakui, kemampuan otak akan menurun. ibarat grafik ekonomi supply and demand, atau grafik siklus hidup suatu brand, yang makin lama makin meningkat. di satu titik menjadi klimaks. setelah itu jika tidak di maintanance akan turun kualitasnya. otak manusia juga seperti itu. dari kecil hingga dewasa kemampuannya makin meningkat. di satu titik mencapai kemampuan terbaik, tapi lama kelamaan kemampuan itu akan menurun. buktinya? gampang pikun kalo udah tua.. :)

nah, balik lagi ke grafik supply demand atau pola hidup suatu brand. setelah titik klimaks, grafik tentunya akan menurun. jika tidak dirawat dengan baik, dijaga polanya, atau diberi perlakuan khusus susah sekali untuk bisa naik kembali grafiknya. otak juga seperti itu.. harus terus di asah supaya mencapai kemampuan terbaiknya dengan lebih lagi. jadi akanmuncul orang-orang seperti BJ. Habibie, Sri Mulyani, Wardiman Djonodiningrat, dll yang notabene sudah berumur tetapi masih pintar dan memiliki kemampuan yang baik. (eh, Sri Mulyani terhitung masih muda ya :P )

itu karena mereka tidak pernah berhenti untuk belajar dan mengasah otaknya melalui dunia pendidikan.. bisa juga sih mengasah otak di luar dunia pendidikan, tetapi maksud saya, otak itu harus tetap di asah. supaya tetap tajam seperti pisau, entah melalui duniapendidikan atau melalui berbagaijalan.  kalo saya yang nulis, jelas saya bilang caranya melalui program S2 di IBMT donk! ehehehe..

well, semoga tulisan ini cukup memacu anda-anda semua yang membaca sehingga berniat mengambil program S2. apalagi ambil S2-nya di IBMT pasti tambah TOP deh! :) *tetep promosi*

Magister Management

Cheers,

aawm

what we have now and our challenges..

We offer Bachelor Degree and Master Degree in the area of Business Management. Courses are conducted in English. All textbooks are in English. In the first year, we provide upgrading classes for those who are weak in their command of English.

Some of the students also use of our institution to prepare them for a life in overseas universities. It is significantly cheaper to do their first 2 years here at IBMT before transferring them abroad.

Since 2005, we have diversified into some growth areas that are yet to be tapped. Various initiatives have been taken to go beyond our traditional areas but still within our expertise.  Our latest progress, we founded CAB (Center for Applied Business), an institution for business people enrichment. CAB provides participant with broad-based knowledge and experience in the field of global environment with some program such as export-import, taxation, entrepreneurship, and many more.

In 2010, we proudly present a new breakthrough in the world of education to meet the needs of Indonesian migrant workers who can be competitive with resources from abroad, it is a creative education. We set up the Creative Fashion Management, Creative Design Management, Creative Marketing and Management. Graduates of this department will hold a degree in economics. Management and creative like two sides of the coin and we accommodate both.

Being a small university like ours has its own advantages as well as disadvantages. We could not possibly compete head to head with our larger siblings, or perhaps try to match the kind of facilities they have or the range of programs they offer. But with our continuous innovation, we respond to the market’s ever-changing demand a lot faster. We are responsive to the need of ever-increasing area of specialization as demanded by our niche market. We also have a sense of kinship with one another, close relationships between students , lecturer, and staff, and we welcome everyone with open arms to become part of the IBMT.

Going forward, we also would like to create many partnerships with many educational institutions that are eager to develop the Indonesian market to its full potential.

Who we are..

Institute Business Management & Technology (IBMT) has been around for 18 years. We started our humble beginnings from a group of educators who foresaw the need to have higher business education in English. In fact, we were the first school to offer English as its primary medium of instruction.

We are small private institution. We have all the necessary licenses and accreditation from the government to conduct tertiary level of education in Indonesia. We also have some of the best teaching faculties (business / management) in Indonesia.

Throughout the years we have consistently maintained our teaching quality. To ensure this academic excellence, we conduct various benchmarking initiatives with overseas universities. Our graduates have been accepted, as students of transfers, by institutions like Indiana University Bloomington, Washington University, Simon Fraser University, Singapore Institute of Management, University of New South Wales, Oregon State University, and many more.

In terms of jobs prospects, generally graduates need to wait between 3-6 months for an interview, but for our students, they have the opportunity to select the jobs they want. Typically, within the first month, they would get an offer of employment. From the recent survey we conducted among the employers, they said that our graduates have been able to combine their communication skills (in this case, English) with their practical business and management knowledge, and integrate them into effective working environment.

Creative Education Penunjang Dunia Industri dan Wira Usaha

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus tumbuh positif (rata-rata 4,6 persen per tahun) seharusnya mampu menghapuskan pengangguran. Kenyataanya tidak demikian, jumlah pengangguran terbuka justru meningkat dari 6,4 persen menjadi 8,1 persen (Kompas.com, 26 Maret 2010)

Sedangkan di lain sisi, krisis ekonomi global meninggalkan kesan bahwa industri kreatif adalah salah satu industri yang bisa bertahan. Industri kreatif memiliki peran yang sangat besar dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Sayangnya, hal ini tidak dibarengi dengan kesiapan pendidikan kreatif untuk menopangnya.

Industri kreatif memiliki peranan yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja Indonesia. Tapi, sayangnya pendidikan yang mengedepankan industri kreatif di Indonesia masih minim, baik dari segi jumlah maupun tenaga pengajarnya yang berkompeten.Penyerapan tenaga kerja di sektor industri pengolahan secara kumulatif dari tahun 2005 sampai 2009 mengalami peningkatan sebesar 500 ribu orang per tahun, dengan rata-rata per tahun sekitar 5,28 persen. Di sisi lain, peningkatan lulusan SMTA sebesar 1,1 juta orang per tahun dan program diploma serta universitas sebesar 150 ribu orang dan 210 orang per tahun.Wakil Menteri Pendidikan, Fasli Jalal, mengatakan Departemen Perdagangan sudah memetakan 14 jalur industri kreatif. Saat ini, katanya, sedang dicoba untuk dilihat bagaimanaproyeksi pertumbuhan yang jadi targetnya dan struktur pertumbuhannya. Juga, soal kontributor pada pertumbuhan industri, berapa tenaga kerja yang diperlukan, dan dari tingkat mana.
Disadari atau tidak, bangsa kita selama ini cenderung menjadi bangsa pemakai atau konsumen belaka. Mulai dari produk yang dihasilkan dengan proses teknologi tinggi maupun teknologi sederhana, kita tinggal memakainya. Jangankan chip komputer dan bahasa pemrograman komputer atau aplikasinya, alat-alat listrik dan elektronik sederhana saja kita mengandalkan buatan bangsa lain. Bahkan beragam produk fashion, makanan, maupun minuman pun banyak yang berasal dari impor. Akibatnya pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 56 Tahun 2008 tentang pembatasan impor terhadap lima kategori produk, yang mulai berlaku pada 1 Februari 2009. Hal ini bertujuan untuk memberikan proteksi terhadap produsen dalam negeri sekaligus menyelamatkan perekonomian negara.
Secara umum kondisi ini terjadi karena kegagalan sistem dan proses pendidikan dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul. SDM yang unggul adalah yang memiliki daya saing tinggi, inovatif, kreatif, dan mampu menghadapi segala tantangan yang ada baik lokal, regional, maupun global. Bangsa kita sebenarnya dapat menjadi bangsa yang maju, jika kita memiliki SDM yang unggul. Untuk membangun SDM yang unggul hanya ada satu jalan yaitu, melalui pendidikan.

Untuk mencetak atau menghasilkan generasi yang unggul diperlukan proses pendidikan yang kreatif dari seorang guru. Proses pendidikan yang kreatif inilah yang nantinya menghasilkan generasi yang kreatif, dinamis, dan inovatif. Bagaimanapun pilar utama daya saing sebuah bangsa terletak pada SDM yang kreatif. Selanjutnya dari pribadi yang kreatif akan meretas menjadi SDM yang unggul dan kompetitif. Karena SDM yang unggul dan kompetitif akan mampu mengembangkan potensi ekonomi kreatif menjadi industri kreatif.

Proses pendidikan yang hanya berupa transfer ilmu pengetahuan (transfer knowledge) saja tidaklah cukup untuk membentuk pribadi yang kreatif dan inovatif. Melainkan siswa juga harus dibekali dengan pengetahuan dan kemampuan dalam mengimplementasikan ilmunya di dalam masyarakat. Hal ini bertujuan agar mereka tidak gagap dengan ilmunya saat terjun di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Pendidikan harus benar-benar dapat memenuhi kebutuhan bagi dirinya pribadi maupun masyarakat. Pendidikan seperti itu hanya dapat dilakukan melalui pendidikan kreatif, yakni proses pendidikan yang dilakukan seorang guru secara kreatif dan inovatif. Sementara guru kreatif adalah guru yang mampu berperan dalam memberikan kesadaran kepada siswa untuk mengembangkan potensinya di tengah-tengah masyarakat. Tidak hanya itu, guru kreatif dapat menanamkan motivasi terhadap siswa untuk senantiasa belajar dalam konteks pendidikan seumur hidup. Dengan demikian, ketika siswa sudah berhenti bersekolah, ia masih tetap saja belajar, di tengah-tengah masyarakat maupun lingkungan kerjanya yang terus mengalami perubahan. Dalam proses pendidikan kreatif sendiri setidaknya ada tiga aspek yang perlu dikembangkan yakni hard skill (keterampilan teknis dan analitis), soft skill (keterampilan berinteraksi sosial), dan life skill (kecakapan hidup).

Pendidikan kreatif juga akan mendorong rasa ingin tahu dan ingin bersaing dalam setiap diri siswa, sehingga mereka terbiasa dengan persaingan. Hard skill berkaitan dengan kemampuan atau kompetensi inti dari suatu bidang ilmu. Kemampuan ini banyak diperoleh dari proses pembelajaran di dalam kelas dan ditentukan melalui suatu kurikulum sehingga secara otomatis merupakan hasil dari proses pembelajaran pada umumnya. Kemampuan berupa hard skill lebih mudah dilakukan pengukurannya, karena memang kemampuan ini sering dijadikan dasar penentuan kelulusan pada setiap jenjang pendidikan.

Sementara soft skill sering kali tidak didapatkan dari proses pembelajaran di dalam kelas, mengingat keterbatasan waktu yang tersedia. Sekolah sering kali terbebani tuntutan penguasaan hard skill sebagaimana ditetapkan dalam kurikulum. Kemampuan soft skill mencakup kualitas pribadi, seperti tanggung jawab, kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi, manajemen (pengendalian) diri, integritas atau kejujuran; dan keterampilan interpersonal, seperti berpartisipasi sebagai anggota kelompok, mengajar (berbagi pengetahuan) ke orang lain, melayani pelanggan, kepemimpinan, kemampuan negosiasi, dan bisa bekerja dalam keragaman. Soft skill ini melengkapi hard skill, yang bisa dikatakan juga sebagai persyaratan teknis dari suatu pekerjaan. Sedangkan life skill adalah kemampuan atau keterampilan seseorang dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan masyarakat serta bagaimana mengupayakan solusinya.

Mewujudkan masyarakat kreatif yang mampu berkreasi adalah bagian terpenting dari industri kreatif itu sendiri. Kreativitas masyarakat dalam menjalani industri kreatif merupakan langkah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus negara. Pada dasarnya setiap daerah pasti memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi industri kreatif. Karena setiap daerah memiliki potensi dan keunikan yang berbeda-beda. Adapun yang jadi permasalahan adalah bagaimana kemampuan masyarakatnya dalam mengelola potensi tersebut.

Di Jawa Barat cukup banyak daerah yang telah mampu mengembangkan sektor perekonomiannya melalui industri kreatif, misalnya Trusmi dengan batiknya, Jatiwangi dengan gentengnya, Tegalwangi dengan kerajinan rotannya, Sumedang dengan tahu atau ubi cilembunya, Cibaduyut dengan produk sepatunya, Tasik dengan kerajinan anyamannya, Garut dengan dodol atau kerajinan kulitnya, serta masih banyak daerah yang lainnya. Pada umumnya masyarakat di daerah-daerah tersebut memiliki tingkat perekonomian yang lebih baik dibandingkan dengan daerah yang belum mampu mengembangkan potensi industri kreatifnya. Hal ini menandakan pengembangan industri kreatif yang berasal dari keunikan dan potensi ekonomi suatu daerah akan sangat bermanfaat bagi perekonomian dan peningkatan kesejahteran masyarakatnya. Lahan untuk mengembangkan industri kreatif selalu terbuka lebar jika kita telah memahami konsep pendidikan kreatif.

Akhirnya pendidikan berkewajiban berperan aktif dalam menyiapkan SDM yang unggul sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan baik lokal, regional, nasional, maupun internasional. Dengan demikian, pendidikan sebagai satu-satunya jalan menuju kemajuan bangsa harus segera disadari seluruh elemen bangsa. Oleh karena itu, membenahi sistem pendidikan nasional pada hakikatnya membenahi permasalahan bangsa itu sendiri. Demikian juga sebaliknya, kegagalan bidang pendidikan adalah kegagalan bagi bangsa itu sendiri.

1st statement!

halo kawan2..

semua tulisan-tulisan ini jelas dibuat oleh seseorang untuk mewakili institusi pendidikan ini.  sebagai manusia, penulis tentu tidak lepas dari ketidaksempurnaan.  dibutuhkan masukan dan perbaikan terus menerus. kami menerima segala kritik dan saran dengan tangan terbuka, rasanya untuk yang satu ini harus ya.. asalkan cara memberi kritik dan sarannya juga dengan cara yang benar ya. harus ada kritik, tapi jika memberi kritik harus memberi saran juga. kan harus ada solusi dari setiap masalah..

selamat membaca. semoga pendidikan Indonesia semakin maju.